PALESTINA MEMANGGIL KITA

Korban Meninggal di Gaza Terus Bertambah

Update korban masyarakat sipil palestina ( 18/5/2021) malam. Sumber kemenkes palestina -jalur Gaza.

Sekitar 213 warga Palestina meninggal dunia dalam konflik Israel-Palestina yang semakin memanas, termasuk sedikitnya 61 anak-anak dan 26 wanita di laporkan meninggal di jalur Gaza akibat serangan udara Israel selama sepeka terakhir ini,  tenaga medis palestina juga melaporkan korban luka-luka diperkirakan mencapai 1442 orang.

Sahabt, mari kita tunjukan kepedulian kita dengan doa dan bantuan terbaik yang bisa lakukan bagi korban kemanusiaan. Berapapun dan apapun yang bisa kita berikan, InsyaAllah akan sangat berharga bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang disana.

Mari salurkan bantuan terbaik kita untuk para korban di palestina melalui :

Rekening Donasi :

  • BSI ( Bank Syariah Indonesia) ; 702 202 1798 An. yaskupi
  • BNI Syariah : 085 071 1211  A.n lazku jawa tengah

Info & Konfirmasi Donasi : 0895 2100 9591

AMALAN MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

Tak terasa waktu begitu cepat, memori tahun lalu masih membekas meski dalam dalam balutan pandemi tetapi tak sedikitpun mengurangi rasa rimdu. Kini umat islam akan kembali disapa oleh tamu istimewa yaitu syahru Ramadhan bulan yang dirindukan oleh umat islam diseluruh dunia.

Abu Bakar Al-Warroq Al-Balkhi rahimahullah berkata: “Bulan Rajab adalah bulan untuk menanam, bulan Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman, dan bulan Ramadhan adalah bulan panen tanaman tersebut”.

Beliau juga mengatakan: “Perumpamaan bulan Rajab adalah seperti angin, perumpamaan bulan Sya’ban seperti awan. Sedangkan perumpamaan bulan Ramadhan adalah seperti hujan”.

Sahabat, yuk kita siapan bekal untuk menyambut bulan ramadhan agar kita dapat memanen pahala sebanyak-banyaknya.

Berikut ini bekal yang dapat kita siapkan untuk menyambut bulan ramadhan :

  1. Menata niat yang baik, ikhlas dan penuh menyambutnya dengan penuh kegembiraan

Rasulullah SAW memerintahkan umatnya bersemangat menyambut bulan suci Ramadhan. Beliau memberi kabar gembira kepada para sahabatnya akan datangnya bulan yang agung tersebut.

Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dimana pada bulan itu Allah mewajibkan puasa. Pada bulan itu dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu jahannam, diikat setan-setan, di dalam bulan itu ada satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang diharamkan untuk mendapatkan kebaikannnya, maka sungguh ia telah diharamkan dari bulan itu”. (HR. Ahmad)

Nabi memberitahukan hal tersebut ketika datangnya Ramadhan agar para sahabat termotivasi dan bergembira dengan hadirnya Ramadhan.

  1. Berdoa agar allah mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan

Berdo’a kita lakukan, karena kita adalah makhluk yang lemah sehingga sangat butuh kepada petolongan Allah. Tidak ada do’a khusus berkaitan dengan masuknya bulan Ramadhan. Adapun do’a yang kadang di panjatkan oleh sebagian kaum muslimin yang berbunyi:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan” adalah hadits yang lemah.

Jadi seseorang bisa berdo’a apa saja agar ia dipertemukan dengan bulan Ramadhan dan diberi semangat untuk beribadah di bulan yang penuh berkah tersebut tanpa mengkhususkan do’a tertentu.

Allah ‘azza wa jalla berfirman,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Rabb-mu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku, maka dia akan masuk ke dalam neraka Jahanam dalam keadaan hina” [QS. Ghafir: 60]

  1. Berpuasa, Baca Al Qur’an, dan Perbanyak Sedekah

Hendaknya sebelum masuk bulan Ramadhan yaitu bulan Rajab dan Sya’ban, sudah mulai melatih diri dengan melaksanakan amalan-amalan sunat, misalnya berpuasa, membaca Al Qur’an, memperbanyak sedekah dan zakat mal (harta). Hal ini sesuai dengan hadits Nabi diriwayatkan dari Anas: “Bahwa umat Islam ketika masuk bulan Sya’ban, maka senantiasa membaca Al Qur’an dan mengeluatkan zakat hartanya, sebagai, bantuan untuk orang miskin dalam menghadapi puasa.

  1. Mempersiapkan ilmu sebelum masuk Ramadhan.

Ilmu adalah teman dikala sulit, penghibur dikala sedih, dan petunjuk dikala sesat. Maka ilmu adalah modal terbesar dalam persiapan menghadapi Ramadhan. Tanpa ilmu agama, Ramadhan kita tak bermakna apa-apa.

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً ليسَ عليه أمرُنا هذا فهو رَدٌّ

“Barangsiapa yang beramal suatu amalan yang tidak ada perintahnya, maka amalan tersebut akan ditolak” [HR. Muslim]

Disinilah pentingnya ilmu agama dari al Qur’an dan Sunnah untuk membimbing setiap amalan kita agar diterima Allah dan berpahala tentunya. Hendaklah seorang muslim membaca kembali buku-buku, artikel website, mendengar ceramah-ceramah tentang Ramadhan. Agar ia bisa mengingat kembali keutamaan, adab, pembatal puasa, hukum-hukum Ramadhan, dan perkara-perkara yang bisa menghilangkan pahala puasanya.

  1. Menyiapkan Sarana dan Perlengkapan untuk Ramadhan.

Setiap muslim sepatutnya menyiapkan sarana dan perlengkapan untuk beribadah di bulan Ramadhan. Sebelum Ramadhan, kita sudah menyiapkan mushaf Al-Qur’an, kitab-kitab pilihan, kumpulan doa-doa. Kemudian bekal pakaian, gamis, peci, mukenah atau sajadah terbaik untuk salat fardhu maupun salat tarwih di masjid. Selain itu makanan seperti kurma dan madu untuk daya tahan tubuh. Dan tidak lupa membersihkan rumah dan mempercantik mushalla atau ruang salat agar bersemangat dalam beribadah. Rasulullah SAW bersabda: “Celaka seseorang yang mendapati bulan Ramadhan hingga berlalu tanpa diampuni dosanya. Dan celaka pula sesorang yang mendapati kedua orang tuanya (masih dalam keadaan hidup) tetapi tidak menjadikannya masuk ke dalam surga.” (HR Tirmidzi dan Ahmad)

..

Sumber: dari berbagai sumber

WAKTU TERKABULNYA DOA DIBULAN RAMADHAN

Bulan Ramadhan adalah bulan istimewa, bulan yang menjadi kesempatan emas untuk melakukan amal kebaikan termasuk memperbanyak do’a, Namun tahukan kamu, ada waktu-waktu mustajab untuk berdoa di bulan Ramadhan? Pada waktu-waktu itulah doa-doa mudah dikabulkan.

Menurut para ulama, ada beberapa waktu waktu utama terkabulnya Doa di bulan Ramadhan. Yaitu pada waktu sahur, saat berpuasa, dan saat berbuka.

  1. Waktu Sahur

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

“Rabb kita Tabaraka wa Ta’’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, ‘Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Al-Bukhari, 1145 dan Muslim, 758).

  1. Saat Berpuasa

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ لَا تُرَدُّ، دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

“Ada tiga doa yang tidak akan ditolak: ‘doa orang tua (untuk anaknya), doa orang yang berpuasa, dan doa musafir.” (HR. Al-Baihaqi).

  1. Ketika Berbuka Puasa

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526, 3598 dan Ibnu Majah no. 1752. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan). Dalam Tuhfah Al-Ahwadzi (7: 278) disebutkan bahwa kenapa do’a mudah dikabulkan ketika berbuka puasa yaitu karena saat itu, orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.

 

Moga Allah memperkenankan setiap do’a kita di bulan Ramadhan.

Sumber: dari berbagai sumber

HANYA ADA DI BULAN RAMADHAN

Kebiasaan Yang Cuma Dilakukan Saat Ramadhan, Kamu Yang Mana Nih ?

Bulan Ramadhan tak lama lagi akan segera tiba. Umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia, bakal menyambut dengan sukacita karena Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Dibalik penuh berkah, bulan Ramadhan juga biasanya diiringi dengan munculnya kebiasaan-kebiasaan unik.

Ya, menyambut bulan puasa masyarakat Indonesia punya sejumlah tradisi khusus untuk dipraktikkan. Hal ini tak cuma terjadi di daerah-daerah, namun juga kota besar. Apa saja kebiasaan unik yang dimaksud? Apa kebiasaan ini juga dilakukan sama kamu?.

1. Obrog-Obrog
Obrog-obrog alias membangunkan orang sahur saat bulan Ramadhan menjadi tradisi rutin yang hanya ada di bulan Ramadhan. Biasanya kegiatan ini dilakukan dengan menabuh bedug dan gendang berkeliling kampung atau perumahan sambil berteriak “sahur.. sahur”

2. Ngabuburit
Ngabuburit diambil dari istilah dalam bahasa Sunda “burit” yang berarti sore menjelang malam. Istilah ini lahir dari tradisi masyarakat yang sedang berjalan-jalan mencari makanan sebelum berbuka puasa ataupun justru bersedekah dan membagikan takjil di jalan untuk orang lain yang sedang berpuasa dan dalam perjalanan menuju rumah atau tempat berbuka puasa. Hal positif lainnya pun bisa dilakukan selama waktu menunggu berbuka puasa ini, seperti membaca Al Qur’an ataupun mendengarkan ceramah bersama

3. Pembagian Ta’jil
Kegiatan membagikan takjil gratis atau makanan untuk membatalkan puasa ini banyak kita temui terutama di pinggir jalan ataupun di masjid-masjid banyak dilakukan umat islam maupun yayasan atau komunitas tertentu, hal ini dilakukan karena selama bulan puasa Umat Islam diperintah untuk memperbanyak sedekah, sebab pahala yang berlipat-lipat melebihi pahala yang didapat dibulan lainnya.

4. Buka Puasa Persama
Agenda wajib selama bulan Ramadhan yang hampir selalu ada di bulan Ramadhan yakni Buka Puasa Bersama. Moment buka puasa ini memang selalu menjadi momen paling pas untuk bersilaturahmi baik dengan keluarga, sahabat ataupun reuni dengan teman-teman sekolah dahulu. Maka tidak heran ya setiap kali weekend mulai sore hari jalan-jalan menuju mall atau food court selalu macet

5. Salah Tarawih Berjamaah di Masjid

Ibadah salat tarawih adalah ibadah salat sunnah yang hanya bisa dilakukan ketika bulan ramadhan saja. Tentu saja bisa melaksanakan ibadah salat tarawih secara berjamaah di masjid merupakan salah satu hal yang paling dinantikan ketika bulan ramadhan tiba.

Tapi sepertinya, dengan adanya imbauan bahkan larangan untuk berkumpul di berbagai tempat umum termasuk tempat ibadah untuk menekan penularan virus. Salat tarawih berjamaah di masjid pun kemungkinan besar akan dilarang.

6. Sahur On the Road
Kegiatan sahur di jalan ini sebenarnya bukan hanya soal makan sahur bersama-sama dengan teman di jalan, melainkan membagikan makanan sahur kepada saudara-saudara yang membutuhkan saat menjelang waktu sahur bersama teman-teman. Yap, jangan lupa banyak bersedekah ya selama bulan Ramadhan ^_^

7. Takbiran keliling
Pada malam menjelang Lebaran, setelah bulan Ramadhan berakhir dengan dikumandangkannya adzan maghrib di hari terakhir puasa Ramadhan, takbir pun mulai dikumandangkan. Tradisi Takbiran keliling kampung pada malam takbiran ini biasanya juga menjadi salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu terutama bagi anak-anak

8. Mudik

Mudik merupakan tradisi yang paling erat dengan Ramadhan, yakni berakhirnya bulan Ramadhan (bahkan dimulai dari satu minggu sebelum bulan Ramadhan berakhir), tradisi pulang ke kampung halaman menjadi hal wajib yang dilakukan oleh sebagian orang, terutama bagi para perantauan. Hal ini dilakukan agar dapat berkumpul bersama keluarga tercinta pada saat hari Raya Idul Fitri.

.

Sumber : Dari Berbagai Sumber